Saturday, November 20, 2010

Tips Jangan Sampai Jadi Korban Yang Sering Dijahili


Meski nggak pernah nyari masalah, risiko jadi korban aksi bully (diganggu oleh orang lain) bisa aja menimpa kamu sewaktu-waktu. Makanya, mending  siapin diri sejak jauh-jauh hari. Soalnya, mereka yang gak tahu bagaimana harus bersikaplah yang biasanya jadi sasaran. Nah, ini tips buat kamu biar gak jadi korban bully:
Jaga sikap. Pelihara sikap kamu di tempat umum. Misalnya, dengan gak pacaran terlalu  mesra di sekolah, apalagi kalau pacar kita kakak kelas. Pelihara juga gerakan tubuh kamu, jangan lebay apalagi terkesan nantangin.
- Pertemanan yang kompak. Miliki teman sebanyak mungkin dan pastiin sobat deketmu tau kamu lagi dimana atau lagi ngapain. Biasain juga jalan bareng teman-teman saat di luar kelas. Jadi, paling enggak kamu dan teman-teman bisa saling melindungi. Kalau sampai ada yang dikerjain, saksinya juga banyak, tul nggak?
Jual prestasi, bukan jual tampang. Ingin disukai orang di lingkungan pergaulan, oke oke aja. Tapi, wujudkan obsesi kamu itu dengan cara’berkelas’. Maksudnya, kalaupun kamu jadi populer, itu karena bakat dan prestasimu, bukan cuma karena tampang keren atau kekayaan orangtuamu. Selain kurang berbobot, populer gara-gara faktor fisik biasanya bikin banyak orang malah sirik sama kamu.
Tapi kalau kamu udah bela-belain jaga sikap dan masih aja kamu diincer jadi korban bully, coba deh langkah ini, bully bisa kamu hentikan tanpa menciptakan huru-hara
Stay cool. Tetap kalem dan pasang muka tenang ketika kamu sedang di-bully. Kalau pikiranmu tenang, kamu jadi lebih gampang mikirin tindakan yang perlu kamu ambil selanjutnya.
-Jangan nyolot. Ngerasa perlu berdebat? Lakukan dengan nada sopan, nggak perlu pakai emosi. Kalau emang kamu salah, minta maaf deh. Orang itu pasti bakal menghargai kamu. Perkataan kasar justru bikin si pem-bully tambah pengen ngerjain kita.
Jangan down. Kalau kamu malah nangis atau ketakutan, si pem-bully  bakal tambah senang. Makanya, kontrol emosi kamu dan yakin aja bahwa kamu orang yang kuat dan apa pun yang mereka katakan nggak akan berpengaruh sama kamu.
Jangan sampai maen ’fisik’. Oke kamu sakit hati, tapi hati-hati, jangan kepancing bales dengan fisik, walau hanya sebatas mendorong bahu. Itu justru taktik si pem-bully supaya punya alasan ngerjain kamu lagi. Lagipula, kalau banyak orang yang liat, salah-salah malah kamu yang dituduh buat perkara.
Lindungi diri kamu. Awalnya sekadar adu mulut, tapi bisa aja merembet jadi adu fisik. Kalau kamu dipukul, lindungi dengan tangan supaya pukulan tadi nggak kena bagian tubuh yang sensitif seperti kepala, perut, dan lain-lain.
Nggak usah bales dendam. Nggak perlu sampai mendatangkan gerombolan teman kamu untuk mengintimidasi si pem-bully. Bisa-bisa ia tambah bernafsu pingin menindas kamu di masa datang.
-Jangan ciut. Ancaman bully jangan sampai membuat kamu bolos sekolah atau menjauh dari pergaulan. Buat apa takut ke kantin atau melewati lapangan karena ada pem-bully? Cuek  aja dan ajak deh beberapa sobat untuk menemani kamu
-Jangan nyalahin diri sendiri. Tanamkan dalam hati bahwa nggak seorang pun pantes direndahkan atau dilecehkan, termasuk diri kamu. Jadi, jangan malah nyeselin kondisi diri sendiri kalau kita jadi korban bully.
Minta dukungan keluarga. Lebih baik kamu cerita ke mama atau kakak apa yang kamu alami di sekolah. Dukungan dari keluarga sangat berarti lho saat kamu dalam kondisi seperti ini.

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.